Kembara Eropa 4: Tips Mencari Akomodasi Murah dan Meriah
REP | 28 September 2011 | 04:47Hostel YHA di Ambleside, Lake District, Cumbria (Foto: BM)
‘Backpackers’ adalah pengembara yang dikategorikan ‘miskin’ karena anggaran belanja yang terbatas.Tetapi karena semangat yang kuat untuk melihat dunia lain, akomodasi bukan menjadi masalah utama pada para ‘backpackers’. Apa yang penting ialah tempat tinggal untuk tidur dan mandi. Kebanyakan waktu dihabiskan untuk berjalan-jalan dan menikmati tempat baru yang serba berbeda. Pengalaman ‘backpackers’ amat berbeda dengan wisatawan yang berjalan-jalan dengan ‘travel agent’ yang semuanya tersedia. Apa yang harus wisatawan lakukan hanya ikut jadwal dan ikut bendera ‘tourist guide’ ketika berkeliling di pusat wisata. Belainan dengan ‘backpackers’ yang harus siap dengan ‘itinerary’ dan mencari akomodasi sendiri.
Adalah menjadi kebiasaan untuk ‘backpakers’ yang tidur di bandara, di stasiun kereta atau di dalam bus.Saya juga sering tidur di bandara Stansteds, London karena tiket murah pesawat biasanya adalah untuk perjalanan diawal pagi. Saya juga pernah tidur di dalam kereta ketika dalam perjalanan antara Bukares dan Sofia. Semua itu sudah menjadi asam garam para ‘backpackers’.
Jika berkunjung ke negara Eropa, biaya akomodasi adalah sesuatu yang mahal. Apalagi di negara-negara Eropa Barat yang menggunakan Pound dan Euro. Hotel yang paling murah di London sekitar £ 80-100 semalam. Di Perancis, Belanda dan Jerman juga harga hotel sangat mahal dan tidak terjangkau untuk ‘backpackers’ yang miskin. Oleh itu hostel dan B & B (Bed and Breakfast) menjadi pilihan para ‘backpackers’ yang berkelana.
Logo di YHA Manorbier, Pembrokeshire (Foto: BM)
YHA memberikan prioritas kepada pemegang kartu keanggotaannya (membership cardholder) ketika memesan kamar atau bed. Untuk yang bukan anggota, hostel YHA akan mengenakan biaya tambahan € 2.00 untuk setiap malam yang mereka tempah. Untuk menghemat uang Anda, bakal ‘backpackers’ disarankan memohon keanggotaan YHA di negara masing-masing. Biasanya setiap negara memiliki YHA sendiri dan kartu tersebut diakui dimana-mana hostel YHA di seluruh dunia. Saya memiliki kartu YHA Malaysia untuk seumur hidup dengan biaya sebesar RM200 (sekarang RM300). Kartu seumur hidup lebih murah dibandingkan kartu untuk 1 tahun yaitu (RM70 + RM10 biaya administrasi). Saya tidak pasti berapa biaya untuk memiliki kartu YHA Indonesia. Mungkin kompasianer Indonesia memiliki informasi yang bisa di kongsi bersama. Selain itu, ada banyak kelebihan memiliki kartu YHA seperti diskon 10% ketika memesan kamar dan lain-lain lagi.
Pemesanan kamar dan bed hostel YHA bisa dilakukan secara online. Setiap YHA memiliki website masing-masing untuk memudahkan urusan pemesanan dilakukan. Anda juga bisa melakukan pemesanan melalui website Hosteling International (HI). HI adalah merek untuk hostel YHA di 90 negara yang memiliki lebih 4.000 buah hostel semuanya. Tidak semua ‘youth hostel’ menggunakan nama YHA karena ada juga menggunakan nama lain seperti MYHA (Malaysia Youth Hostel Association), An Oige di Republik Irlandia dan Stay Ok di Belanda. Untuk memudahkan, semua ‘youth hostel’ dijenamakan dibawah satu payung yaitu Hoteling International dengan logo segitiga berwarna biru.
Logo Hosteling International (Foto: BM)
0 komentar:
Posting Komentar