| Tohary Magazine official website | Members area : Register | Sign in
My Facebook ti-zine.blogspot.com

Archives

Welcome

Assalamu'alaikum, Salam hangat bagi kawan-kawan semua terima kasih udah mampir diblog saya!
Terim Kasih atas kunjungan Anda, maaf web ini sedang dalam perbaikan, salam, Tohary

Download Materi Sistem Politik Indonesia

Jumat, 14 Oktober 2011

Download Materi Sistem Politik Indonesia
Silakan, kantun di klik aja... ;-)

Download Disini!

Jangan Lupa Sebarkan yah...
thanks kawan.

Teriak Allahu Akbar, Kepalkan Tangan, Lalu Tugas ke Daerah

Sabtu, 01 Oktober 2011

Teriak Allahu Akbar, Kepalkan Tangan, Lalu Tugas ke Daerah

Thola'al badru 'alayna.
Min-tsaniyyatil wada'
Wajabasy syukru 'alayna.
Ma da'a lillahi da'

Ayyuhal mab'u-tsu fiina.
Ji'ta bil amril mutho'
Anta ghow-tsuna jami'a.
Ya mujammalath thiba'

Bunyi shalawat Thola'al badru mengalun merdu ketika 37 kader dai memasuki ruangan, Sabtu (9/24/2011). Mereka mengenakan gamis panjang dan songkok yang serba putih. Langkah mereka tampak tegap dan mantap. Para tamu undangan sibuk memotret sekenanya dengan handphone. Alunan shalawat pun berhenti ketika mereka telah menempati tempat duduk.
Suasana ruangan yang terisi sekitar dua ratus lebih tamu undangan itu mendadak khidmah. Pandangan mereka fokus ke depan. Lebih-lebih ketika, M Gatot Manisya Abab, pembawa acara membuka prosesi sakral itu. Keramaian pun berganti suasana penuh haru.
Di antara tamu undangan yang hadir itu, Muhammad Sudding, ayah dari kader dai Abdurrahman Sudding salah satunya yang merasa paling bahagia. Sejak tadi, pandangannya tak pernah lepas dari anak tercintanya yang duduk di antara deretan kader dai di depannya. Tampak dilihatnya lekat-lekat dengan mata berkaca-kaca.
“Saya bangga dan bersyukur anakku sudah jadi sarjana. Dan lebih bersyukur lagi, sekarang dia menjadi dai yang akan ditugaskan keluar daerah,” ujar bapak asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini kepada hidayatullah.com dengan mantap.
Dalam acara itu, bapak asal Sulawesi ini datang langsung dari Balikpapan, Kaltim bersama anaknya, Rauf. Meski ongkos tiket pesawat mahal, tapi karena acara itu penting maka dipaksakan datang.
“Saya usahakan untuk datang. Tapi, hanya dengan anak. Ibu nggak bisa ikut. Ia hanya titip salam saja,” tuturnya.
Menurut ayah lima anak ini, sudah sejak lama ia inginkan anaknya menjadi dai. Dai, katanya pekerjaan sangat mulia. Karena itu, usai selesai SMA, Abdurrahman Sudding dikirimkan ke STAIL Surabaya. Ia pun ikhlas dan pasrah bila mana anaknya ditugaskan ke daerah terpencil.
“InsyaAllah ikhlas. Dimana pun tempat tugasnya. Toh, Allah akan selalu menolongnya,” ungkapnya penuh yakin.
Jauh dekat baginya sama saja: sama-sama berjuang mendakwahkan Islam. Meski risiko akan jarang ketemu. Sejak kuliah selama empat tahun saja, katanya, Abdurrahman baru sekali pulang kampung. Apa ada rasa kangen?
“Tentu ada. Tapi toh bisa diobati dengan nelpon. Kangen itu sudah risiko perjuangan. Tak masalah,” ujar lekali paruh baya yang memiliki jenggot panjang dan putih itu.   
Keinginannya agar anaknya menjadi dai betul-betul ditunjukkan Muhammad Sudding. Pasalnya, tidak hanya Abdurrahman, ia juga menguliahkan Rauf ke kampus yang terletak di Keputih, Surabaya itu. Kini Rauf duduk di semester lima.
“Saya berharap mereka semuanya menjadi dai, pejuang Allah,” harapnya.
Muhammad Sudding adalah warga pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan. Sehari-hari sibuk sebagai takmir masjid Arriyad dan dapur umum.
STAIL adalah Perguruan Tinggi milik organisasi Hidayatullah. Selain menyediakan program ekstensi (umum), PT ini juga menyediakan program khusus beasiswa (reguler). Untuk program reguler, mahasiswa mendapat beasiswa penuh selama kuliah dan mendapat program kaderisasi secara khusus.
"Jadi mereka tidak saja diwisuda, tapi juga ditugaskan  ke daerah-daerah di seluruh Indonesia," kata Ketua Bidang Akademik, Masyhud, M.Si.
Masa penugasan, kata Masyhud selama lima tahun, atau dihitung masa kuliah empat tahun plus satu tahun.
"Tapi itu secara formal untuk megambil ijazah asli. Kalau pengabdiannya diharapkan bisa seumur hidup mengabdi," ujarnya.
PT ini baru memiliki dua jurusan, dakwah dan tarbiyah. Kini, ada seratus lebih mahasiswanya dari berbagai daerah.
Sejam lebih acara berlangsung, tapi waktu seolah lambat berputar.  Muhammad Sudding dan orangtua kader dai lainnya tampak masih melihat anak mereka lekat-lekat ketika Ketua Bidang Pendidikan Hidayatullah, Drs. Ali Imron membacakan Surat Keputusan Penugasan.
Ada perasaan bak gado-gado di dada mereka: ya terharu, ya was-was, dan paling menggelitik, menegangkan! Pasalnya, hari ini anak mereka akan ditugaskan entah ke daerah mana. Dan, itu berarti bakal jauh dari mereka.   
Ali Imron membuka map bersampul batik yang berisi SK sambil mendekatkan mikrofon ke mulutnya. Dengan mengucap basmalah, ia pun mulai membaca SK tersebut. Peserta mendengrkan penuh khidmah. Wajah kader dai terlihat tegang.  
Usai membacakan SK, ia memberikan pesan singkat. Katanya, ada tiga kunci sukses bagi kader dai di tempat tugas. Yaitu: jujur, berani, dan bekerja keras.
“Jangan bermimpi sukses kalau tidak memiliki ketiga hal ini,” tegasnya.
Menurutnya ketiga hal tersebut kini jarang dimiliki anak bangsa. Karena itu, wajar bila Indonesia jauh tertinggal bila dibanding negara tetangga seperti, Singapura dan Malaysia.
Ia pun menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu ketika berada di pelataran Masjidil Haram, Makkah bertemu dengan orang-orang Melayu. Tahu jika ia datang dari Indonesia, mereka langsung mengucapkan kata terimakasih.
Imron bingung. Kenapa harus berterimakasih kepadanya? Tapi ia merasa kaget ketika orang Melayu dari Singapura dan Malaysia itu bilang, “Gara-gara banyak orang Indon di negeriku, negeriku menjadi bersih."
“Tidak malukah kalian dengan ungkapan terimakasih itu,” tanyanya.
Imron pun menjelaskan kenapa Singapura dan Malaysia bisa maju, bahkan melebihi Indonesia.
“Mereka bekerja keras dan berani mengambil risiko. Kalau kalian ingin menjadi dai sukses, beranilah. Jangan takut mengambil risiko,” tegasnya.
Tepat pukul 10.30 acara yang dinanti-nanti akhirnya tiba: pembacaan tempat tugas kader dai. Rona wajah kee 37 kader dai yang duduk di pojok ruangan tampak berubah. Mereka merasakan sesuatu yang membuat jantung mereka berdebar-debar hebat.
“Ini detik-detik yang menegangkan,” ujar salah seorang tamu undangan.
MC pun memanggil satu persatu kader dai. Ia memanggil Syarif Hidayatullah, kader dai asal Sulawesi Barat. Beberapa detik Syarif mematung di atas panggung. Jantungnya seolah berdetak lebih cepat. Sebelum ketegangan itu meledak, MC pun melanjutkan lagi, “Syarif Hidayatullah, dengan daerah tugas, Papua Irian Jaya,”.
Syarif pun mengumandangkan takbir “Allahu Akbar” dengan mengepalkan tangannya ke atas. Diikuti teman-temannya. Tapi, tidak semunya mengucapkan takbir taklala dibacakan tempat tugas. Ada yang hanya diam, berkata “Subhanallah”, “Alhamdulillah,” dan ada juga yang sujud syukur.
Akhirnya teka-teki tempat tugas terjawab sudah. Ada yang di Papua yang terkenal nyamuk malariannya, ada yang di Ambon kota yang baru saja terjadi konflik, dan ada juga yang Sumatera. Meski berat melepas anak mereka, umumnya para orangtua pun lega.
Acara diakhiri dengan pembacaan lagu “Selamat Tinggal Sahabatku” dari Izzatul Islam. Suara mereka terdengar serak. Terlihat ada yang mengalir bening dari kelopak mata mereka.   
Selamat tinggal sahabatku
Ku kan pergi berjuang
Menegakkan cahaya Islam
Jauh di negeri Seberang

Selamat tinggal sahabatku
Ikhlaskanlah diriku
iringkanlah doa restumu
Alloh bersama slalu

Kuberjanji dalam hati
Untuk segera kembali
Menjayakan negeri ini
Dengan ridho Ilahi

Selamat tinggal sahabatku
Ku kan pergi berjuang
Menegakkan cahaya Islam
Jauh di negeri Seberang

Selamat tinggal sahabatku
Ikhlaskanlah diriku
iringkanlah doa restumu
Alloh bersama slalu

Kalaupun tak lagi jumpa
Usahlah kau berduka
Semoga tunai cita - cita
Raih gelar syuhada*

Beasiswa BCA Finance Untuk Mahasiswa S1

Beasiswa BCA Finance Untuk Mahasiswa S1



Rate This
Jika kamu adalah mahasiswa S-1 yang memiliki prestasi akademik yang baik namun memiliki kesulitan dalam masalah keuangan, tersedia jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.
Setelah sukses dengan program di tahun sebelumnya, kali ini anak usaha Bank BCA kembali memberikan beasiswa kepada 40 mahasiswa berprestasi baik yang berasal dari kalangan keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.
Program beasiswa BCA Finance 2011 ini terbuka bagi kamu mahasiswa S-1 dari seluruh universitas di Indonesia, baik negeri maupun swasta yang minimal telah atau sedang menyelesaikan pendidikan semester dua. Perlu diingat, beasiswa ini tidak diperkenankan bagi kamu yang tengah menerima beasiswa dari pihak manapun.Untuk formulir beasiswa, dapat kamu unduh pada laman www.bcafinance.co.id. Setelah mengisi formulir tersebut, siapkan berkas-berkas pendukung yang diperlukan, yakni:
  1. Transkrip nilai semester terakhir dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 untuk perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3,40 bagi kamu yang berasal dari perguruan tinggi swasta (PTS).
  2. Surat keterangan tidak mampu dari institusi berwenang dari daerah yang sesuai dengan KTP mahasiswa.
  3. Fotokopi kartu mahasiswa dan KTP.
Setelah memastikan semua berkas yang diperlukan telah lengkap, kirimkan dalam amplop ke alamat PT BCA Finance Up Corporate Planning, Wisma BCA Pondok Indah Lt 8, Jalan Metro Pondok Indah Nomor 10, Jakarta 12310.
Jangan lupa letakkan formulir pendaftaran yang telah kamu isi di paling atas dalam susunan berkas yang akan kamu kirimkan. Serta tuliskan nama universitas, fakultas, dan program studimu di sudut kiri atas amplop.
Beasiswa ini akan diberikan sejak kamu dinyatakan sebagai penerima beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan program sarjana atau semester delapan. Berminat? Segera daftarkan dirimu karena berkas persyaratan pendaftaran paling lambat diterima pada 14 Oktober 2011. | okezone

BMW Indonesia Research and Technology Scholarship

BMW Indonesia Research and Technology Scholarship

The BMW Indonesia Research and Technology Scholarship is introduced in August 2011, with the intention to nurture young graduates into innovative leaders of Indonesia. The program provides a full scholarship for outstanding postgraduate students from some of Indonesia’s top universities.


Besides financial support, BMW Indonesia provides the opportunity for the scholars to participate in programs such as internship, mentoring, networking and workshops. These allow them to have first-hand experience in learning the culture and philosophy of a world-class multinational corporation. It also will help scholars to integrate into corporate society, support them to realize their goals and development direction, to gradually adjust their mindset and build self confidence in becoming future leaders of this country.
The program aims to develop professional young leaders that are not only equipped to excel domestically but also have the confidence and the necessary skills to face global challenges.
BMW Group is the world’s leading premium automobile manufacturer and the world’s most admired automotive company, based on CNN Fortune survey in 2011. BMW Group has consistently pursued the path of integration into Indonesian society since its establishment 2001 in the country, with a number of communal outreach activities founded on the development of local talent.
Partners.
Universitas Indonesia
Universitas Indonesia (UI) is a modern, comprehensive and multi-cultural campus that covers a wide array of scientific disciplines. UI simultaneously strives to be one of the leading research universities and the most outstanding academic institution in the world. As a world class research university, UI seeks to achieve the highest level of distinction in the discovery, developing and diffusion of advance knowledge regionally and globally. Currently, UI is distinctive among research universities in its commitment to the academic invention and research activities through various scientific programs.
In 2011, Universitas Indonesia is ranked 6th in Southeast Asia and is in the top 50 in Asia based on research by QS Top Universities. UI is also the top-ranked university in Indonesia.
For more information please contact:
Drs. M. Sc. Arie Soesilo
Universitas Indonesia -Alumni Relations Director
Email: dir_alumni@ui.ac.id
Vishnu Juwono S.E., MIA
Head of Communication Office
Universitas Indonesia
Email: vjuwono@ui.ac.id
Further BMW scholarship information and application:
http://www.bmw.co.id/id/en/insights/special_programs/scholarship.html

Tips Mudah Putih

Perawatan dan penyimpanan yang benar dapat memperpanjang ‘usia’ busana Anda sehingga dapat sekalian berhemat. Berikut ini tips yang dapat anda lakukan:
1. Dalam proses pencucian, pisahkan busana putih dari busana berwarna untuk menghidari adanya pelunturan warna. Peras kemeja dengan tangan atau mesin dan gunakan gantungan ketika menjemur kemeja
2. Untuk kemeja putih dari bahan katun dan kinen, rendam dalam deterjen, kucek dengan lembutbagian yang kotor seperti kerah, bagian ketiak dan ujung lengan hingga kotoran hilang
3. Busana putih sangat rentan terhadap kelembapan, yang menyebabkan jamur dan noda kekuningan pada kain. Untuk menghindarinya, beri kamper pada almari dan keluarkan busana putih Anda yang tidak terpakai, sebulan sekali untuk diangin-anginkan
4. Hindari penggunaan plastik untuk membungkus busana putih karena akan mempercepat proses penguningan akibat efek panas yang ditimbulkan.Gunakan pembungkus yang terbuat dari bahan kain
5. Jika busana Anda terlanjur bernoda kekuningan. Untuk menghilangkannya, rendam busana dalam larutan pemuti, kemudian rendam dalam air hangat yang telah diberi detergen. Maka busana Anda akan kembali putih cemerlang seperti baru

Hasil Pencarian Anda:

  • busana warna putih

Entri Populer

Categories

Visitor

Pengikut

 

Labels 3

Labels 2